Jumat, 07 September 2012

Golongan Darah Manusia

Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebapkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
  • Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
  • Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
  • Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
  • Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.


Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Frekuensi
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Populasi
O
A
B
AB
Suku pribumi Amerika Selatan
100%
Orang Vietnam
45.0%
21.4%
29.1%
4.5%
Suku Aborigin di Australia
44.4%
55.6%
Orang Jerman
42.8%
41.9%
11.0%
4.2%
Suku Bengalis
22.0%
24.0%
38.2%
15.7%
Suku Saami
18.2%
54.6%
4.8%
12.4%

Pewarisan

Tabel pewarisan golongan darah kepada anak
Ibu
Ayah

O
A
B
AB

O
O
O, A
O, B
A, B

A
O, A
O, A
O, A, B, AB
A, B, AB

B
O, B
O, A, B, AB
O, B
A, B, AB

AB
A, B
A, B, AB
A, B, AB
A, B, AB


Rhesus

Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat memengaruhi janin pada saat kehamilan.

Golongan darah lainnya
  • Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika.
  • Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
  • Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.
  • Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.
  • Dan sistem lainnya meliputi ColtonKellKiddLewisLandsteiner-WienerPYt atau CartwrightXGSciannaDombrockChido/ RodgersKxGerbichCromerKnopsIndianOkRaph dan JMH.


Kecocokan golongan darah

Tabel kecocokan RBC
Golongan darah resipienDonor
O−O+A−A+B−B+AB−AB+
O−YaTidakTidakTidakTidakTidakTidakTidak
O+YaYaTidakTidakTidakTidakTidakTidak
A−YaTidakYaTidakTidakTidakTidakTidak
A+YaYaYaYaTidakTidakTidakTidak
B−YaTidakTidakTidakYaTidakTidakTidak
B+YaYaTidakTidakYaYaTidakTidak
AB−YaTidakYaTidakYaTidakYaTidak
AB+YaYaYaYaYaYaYaYa
Tabel kecocokan plasma
ResipienDonor
OABAB
OYaYaYaYa
ATidakYaTidakYa
BTidakTidakYaYa
ABTidakTidakTidakYa


Penelitian Takeji Furukawa – Jepang

Golongan darah memiliki peranan yang sangat penting di Jepang, Korea, dan beberapa negara di Asia Timur. Dari golongan darah, bisa diketahui berbagai hal tentang diri seseorang, mulai dari tingkat emosi, stabilitas kerja, sampai sifat-sifat pribadi. Bahkan, beberapa perusahaan di Jepang memasukkan golongan darah tertentu sebagai syarat untuk melamar sebuah lowongan pekerjaan. Di Jepang khususnya, golongan darah digunakan layaknya astrologi, mulai dari karir, perjodohan, sampai keuangan. Salah satu yang paling terkenal adalah Takeji Furukawa yang menerbitkan sebuah makalah yang berjudul “The Study of Temperament Through Blood Type” pada tahun 1927. Makalah tersebut meskipun minim penelitian ternyata mendapat tanggapan yang sangat baik di kalangan masyarakat jepang. Bahkan pemerintah Jepang sampai memberikan dana untuk membiayai riset sang profesor untuk membuat sebuah pasukan tentara yang hebat. Namun ternyata para prajurit itu tetap tewas dalam perang. Penelitian Takeji Furukawa bermula dari keyakinannya tentang adanya hubungan yang kuat antara golongan darah dengan kepribadian seseorang. Hal itu karena Takeji yang pernah bekerja di sebuah instansi, mengamati adanya perbedaan temperamen pada pelamar kerja. Laporan tentang penelitiannya seputar golongan darah sebenarnya sangat sederhana. Seperti, golongan darah A lebih temperamen dan emosional, sedangkan golongan darah B kebalikannya. Secara mudah, hanya membagi manusia dalam dua kategori, baik atau buruk. Itu saja. 
Penelitian Takeji Furukawa ini sempat tenggelam, namun tetap berkembang pada tahun 1950 – 1970. Masahiko Nomi yang pada tahun 1971 mempublikasikan hasil penelitiannya selama 30 tahun, mendapat reaksi yang juga luar biasa. Kemudian dia memulai riset formal dan juga study, dan berhasil mengumpulkankurang lebih 100.000 item data riset, termasuk spesialis golongan darah, questioner, and analisa statistic. Hasil riset mengenai hubungan antara golongan darah dan karakter manusia itu sangat kuat, sampai-sampai Masahiko Nomipun sangat takjub. Dia menyebut riset ini “Blood type humanics” (Ilmu kemanusiaan berdasarkan golongan darah), dan mengusulkan untuk mengembangkannya menjadi sebuah cabang ilmu alam yang baru. Setelah ia meninggal, anaknya, Toshitaka Nomi menyebarkan hasil penelitian ini secara aktif di seluruh dunia melalui Human ABO Org. “The science of human nature cannot be so easily explained by blood type alone. Still, this will be the first step in exploring the unknown world.” begitu kata Toshikata.

Tipe golongan darah mempengaruhi karakter pribadi seseorang

Kesimpulan itu merupakan hasil penelitian Furukawa Takeji dari Jepang. Menurut hasil studinya yang sangat ia percayai bahwa golongan darah seseorang akan mempengaruhi kepribadian mereka.
Menurut hasil studi itu golongan darah manusia ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita. Oleh karenanya,  menentukan karakter pribadi kita.
Secara umum darah manusia terbagi dalam golongan A, B, O, AB, dari empat golongan tersebut ternyata mempunyai keunikan masing-masing. Atas dasar pengetahuan ini orang Jepang lebih suka meramal tentang seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa?
Penjelasan lebih jauh dinyatakan bahwa sifat orang yang menonjol berdasarkan golongan darahnya dijelaskan sebagai berikut. :
  1. A   :  terorganisir, konsisten, memiliki jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang kadang bikin orang mudah sebel.
  2. B   :  santai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup,
  3. O   :  berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yang detil, kecenderungan politik
  4. AB    :  unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda,
Tiap  golongan darah memiliki kepribadian yang khas, karakter khususnya digambarkan begini.

Tipe A
Orang dengan darah tipe A memiliki kekuatan yang berakar yang membantu mereka tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik. Namun, mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan merasa sangat tidak nyaman di dekat orang. Tipe pemalu, mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tapi semua merasa yang sama bahwa mereka tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain.
Karakternya sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka lebih memilih untuk mengurus sendiri. Mereka termasuk orang-orang mendambakan kesuksesan dan perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif dan paling artistik dari semua tipe darah, kemungkinan besar karena sensitivitas mereka.
Orang dengan golongan darah A juga cenderung dianggap klasik “tipe” A mudah stres.

Tipe B
Orang dengan darah tipe B berkarakter paling. Mereka adalah spesialis dalam apa saja yang mereka lakukan. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka menghabiskan waktu lebih, memahami dan mencoba mengikuti petunjuk dari orang lain sepanjang mungkin. Ketika mereka melakukan sesuatu, semua perhatian difokuskan padanya. Mereka cenderung menempel pada tujuan dan mengikutinya hingga akhir, meskipun tampaknya tidak mungkin.
Mereka cenderung kurang koperatif, karena mereka suka mengikuti aturan mereka sendiri dan ide-ide mereka sendiri. Mereka adalah individualis. Tipe B orang memperhatikan pikiran mereka sedikit lebih dari perasaan mereka, dan karena itu kadang-kadang dapat terlihat dingin dan serius.
Orang dengan darah tipe B sering dianggap lebih santai, dan tidak konvensional daripada jenis lainnya, walaupun tidak harus sampai ke tingkat yang tidak dapat diterima.

Tipe O
Orang dengan golongan darah O orang yang terbuka, energik dan sosial. Mereka yang paling fleksibel dibandingkan dengan semua golongan darah. Mereka mudah memulai proyek tetapi sering mengalami kesulitan berikutnya karena mereka mudah menyerah. Mereka bertingkah dan tidak terlalu dapat diandalkan. Jenis O selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka. Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Juga, orang dengan darah O sangat percaya diri.
O Tipe, paling “rata-rata” jenis darah, dianggap sebagai jenis yang terbaik di Jepang.

* Tipe AB *
Orang dengan golongan darah AB sulit untuk dikategorikan. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu yang sama. Misalnya, mereka bisa pemalu dan bisa  tiba-tiba sebaliknya. Mereka dengan mudah beralih dari satu berlawanan dengan yang lain. AB orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tetapi tidak dapat menangani terlalu banyak ketika diminta dari mereka. Mereka tidak keberatan membantu, asalkan pada kondisi mereka sendiri bersedia. Orang dengan tipe darah ini tertarik dalam seni dan metafisika.
AB dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka dapat prediktabilitas-mencintai, mereka meriam longgar. Mereka ingin mengekspresikan kondisi mereka sendiri dan memiliki sifat untuk lari dari persoalan. Mereka hengkang dari pekerjaan ketika terdapat hal-hal tidak memenuhi harapan mereka. Mereka dikenal sensitif dan ingin mendapat perhatian untuk mengimbangi kekurangan dari jenis darahnya. Untuk sementara, beberapa perusahaan mencoba membagi karyawan mereka ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan tak seorang pun ingin bekerja dengan kelompok AB.

*Karakter khas berdasarkan urutan.*

Yang paling gampang ngaret soal waktu
  1.  B (karena nyantai terus)
  2. O (karena flamboyan)
  3. AB (karena gampang ganti program)
  4. A (karena gagal dalam disiplin)
Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :
  1. A (karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
  2. B (karena easy going tapi juga easy judging)
  3. AB (karena asal beda)
  4. O (easy judging tapi juga easy pardoning)
Yang paling bisa dipercaya :
  1. A (karena konsisten dan taat hukum)
  2. O (demi menjaga balance)
  3. B (demi menjaga kenikmatan hidup)
  4. AB (mudah ganti frame of reference)
Yang paling disukai untuk jadi teman :
  1. O (orangnya sportif)
  2. A (selalu on time dan persis)
  3. AB (kreatif)
  4. B (tergantung mood)
Kebalikannya, teman yang paling tidak disukai:
  1. B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
  2. AB (double standard)
  3. A (terlalu taat dan scrupulous)
  4. O (sulit mengalah)

*Kemampuan Otak *

Yang paling mudah tersesat
  1. B
  2. A
  3. O
  4. AB
Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
  1. O (jago olah raga)
  2. A (persis dan matematis)
  3. B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergolongan B)
  4. AB (alergi pada setiap jenis olah raga)
Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin
  1. O (karena berjiwa leadership dan problem-solver)
  2. A (karena berpribadi “tekun” dan teliti)
  3. B (karena sensitif dan mudah ambil keputusan)
  4. AB (karena kreatif dan suka ambil resiko)
Yang jadi PM jepang rata-rata bergolongan darah
  1. O (berjiwa pemimpin)

Mahasiswa Tokyo Universitas pada umumnya bergolongan  darah : B

Yang paling gampang nabung :
1.       A (suka menghitung bunga bank)
2.       O (suka melihat prospek)
3.       AB (menabung karena punya proyek)
4.       B (baru menabung kalau punya uang banyak)
Yang paling kuat ingatannya
1.        O
2.        AB
3.       A
4.       B
Yang paling cocok jadi MC :
1.       A (kaya planner berjalan)

*Kesehatan*

Yang paling panjang umur :
1.       O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)
2.       A (hidup teratur)
3.       B (mudah cari kompensasi stress)
4.       AB (amburadul)
Yang paling gampang gendut
1.        O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2.       B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3.        A (hanya makan apa yang ada di piring, terpengaruh program diet)
4.       AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)
Paling gampang digigit nyamuk :
1.       O (darahnya manis)
Yang paling gampang flu/demam/batuk/ pilek
1.       A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2.       AB (lemah thd hyangiene)
3.       O (makan apa saja enak atau nggak enak)
4.       B (makan, tidur nggak teratur)
Apa yang dibuat pada acara makan-makan di sebuah pesta :
1.       O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging)
2.       A (ngambil yang berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
3.       B (suka ambil makanan yang banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)
4.       AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”)
Yang paling cepat botak :
1.       O
2.       B
3.       A
4.        AB
Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunkan :
1.       B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2.       AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3.        A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4.        O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)
Yang paling cepat tertidur
1.       B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2.       O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah kena ngantuk)
3.       AB (tergantung kehendak)
4.        A (tergantung aturan dan orario)
Penyakit yang mudah menyerang :
1.       A (stress, majenun/linglung)
2.       B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
3.       O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
4.       AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)
Apa yang perlu dianjurkan agar tetap sehat :
1.       A (karena terlalu perfeksionis maka santailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)
2.       B (karena terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, berkonsentrasi, main catur)
3.       O (karena daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
4.       AB (karena gampang capek, maka perlu cari kegiatan yang menyenangkan dan bikin lega).
Yang paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)
1.        A
2.        B
3.       O
4.       AB
Hingga saat ini hal-hal yang berkaitan dengan tipe golongan darah dan tipe kepribadian belum menjadi perhatian sungguh-sungguh di Indonesia. Baik perusahaan maupun lembaga-lembaga pendidikan belum membangun perhatian terhadap pengelompokan tersebut untuk dijadikan basis optimalisasi belajar maupun bekerja. Agaknya menarik jika para guru akan mencoba menelaah lebih jauh tentang hubungan tipe golongan darah dengan karakter belajar siswa di sekolah masing-masing.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar